22 November 2008
Hukum Mewarnakan Rambut Dan Uban
Assalammualaikum w.b.t.
Ulama telah bersepakat mengharuskan mencelup warna rambut dari warna hitam ke warna lain seperti merah dll, samada dengan inai dan apa jua pewarna yang dibenarkan syarak. (Rujuk Al-Fatawa al-Hindiyyah, jld 5,ms 359 ; Al-Istizkar, Ibn Abd Al-Barr , jld 27, ms 85 ; Mughni al-Muhtaj, As-Syabini, jld 1, ms 191 ; Kassyaf al-Qina', Al-Bahuti, jld 1, ms 77) Mereka semua berdalilkan dengan hadith-hadith riwayat An-Nasaie, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Muslim. Hampir kesemuanya mempunyai sanad hasan dan shohih dengan perawi yang thiqah. Demikian menurut Imam Al-Haithami dalam kitabnya Majma' az-Zawaid dan Imam As-Syawkani dalam Naylul Awtar. Bagaimanapun ia diikat dengan syarat berikut :- 1- Pewarna tersebut bukannya jenis yang kekal, jika tidak ia dikira mengubah ciptaan Allah SWT yang diharamkan. 2- Menggunakan pewarna yang suci dan halal. 3- Tidak mengakibatkan mudarat terhdp kesihatan individu. Seperti Kanser, kekeringan rambut dan merapuhkannya, atau allergi ataupun mudasrat terhdp janin dll akibat bahan kimia pewarna tadi. 4- Memutihkan rambut iaiatu dengan mengikis warna hitamnya dengan tujuan utk menghasilkan warna baru rambut yang lebih cantik, adalah makruh. kerana ia menukar ciptaan asal Allah.
HUKUM MENCELUP UBAN PUTIH KE HITAM Ulama telah berbeza pandangan dalam hal ini seperti berikut :-
1. Makruh Ia adalah pandangan Mazhab Maliki, Abu Hanifah, sebahagian ulama Syafie seperti Imam Ghazali, Al-Baghawi. Tetapi kiranya ia dibuat untuk tujuan menakutkan musuh di dalam peperangan ia adalah HARUS. Dalil mereka : a) Sabda Nabi SAW : "Tukarlah ia (warna rambut, janggut & misai ) dan jauhilah dari warna hitam" (Shohih Muslim) b) Berkata Ibn Umar ra : "Kekuningan pewarna para mukmin, kemerahan pewarna para Muslimin, Hitam pewarna puak Kuffar" (Riwayat At-Tobrani, Al-Haithami) c) Nabi SAW bersabda : "Barangsiapa yang mewarnakan rambutnya dengan warna hitam, nescaya Allah akan menghitamkan wajahnya di akhirat kelak" (Al-Haithami, bagaimanapun Ibn Hajar berkata seorg perawinya agak lemah, bagaimanapun rawi tersebut diterima oleh Imam Yahya Mai'en dan Imam Ahmad) d) Dalil aqal, ia dikira suatu penipuan. 2. Haram
Ia adalah pandangan Mahzab Syafie. Dikecualikan kiranya utk jihad. Mereka berdalil dengan dalil kumpulan pertama tadi. 3. Harus tanpa Makruh
Ia adalah pandangan Imam Abu Yusof dan Ibn Sirin.
Dalil mereka : a) Sabda Nabi SAW : "Sebaik-baik pewarna yang kamu gunakan adalah warna hitam ini, ia lebih digemari oleh isteri2 kamu, dan lebih dpt menakutkan musuh" (Riwayat Ibn Majah, bagaimanapun ia adalah hadith Dhoif) b) Diriwayatakan bhw sahabat dan tabi'ein ramai juga yang mewarnakan rambut mrk dengan warna hitam. Antara Sa'ad, ‘Uqbah bin ‘Amir, Az-Zuhri dan diakui oleh Hasan Al-Basri. (Lihat Fath al-Bari, Majma' az-Zawaid dan Tahzib al-Athar oleh At-Tabari) Suka disebutkan di sini setiap mazhab mempunyai dalil masing-masing yang tidak dpt disebutkan kesemuanya di sini, demi meringkaskan tulisan ini. Kesimpulan Hukum Akibat terdapat zahir hadith dan athar yang bertembung antara satu sama lain, maka fuqaha mengambil jalan membuat takwilan bagi menggabungkan hadith-hadith ini. Ia seperti berikut :
a) Hadith larangan adalah menujukan kepada larangan penipuan umur yang tua akibat tua dan uban maka dihitamkan bagi kelihatan lebih muda. Tidak kira dari kalangn lelaki mahupun perempuan. Ia dilarang oleh Islam.
b) Adapun hadith yang mengharuskan adalah dalam keadaan dan sebab2 yang diiktiraf oleh syarak, seperti perang bagi menakutkan musuh, ataupun ia tidak mengandungi unsur penipuan, seperti merawat penyakit dll.
Al Anbiyaa’ ayat 105Dan demi sesungguhnya, Kami telah tulis di dalam Kitab-kitab yang Kami turunkan sesudah ada tulisannya pada Lauh Mahfuz: "Bahawasanya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang soleh".
Nurkilan : Muhammad Nazir
21 November 2008
Malaysian salary survey by CIMA
Between August and September 2007 CIMA conducted a salary survey with CIMA qualified professionals in Malaysia. Accountants and finance professionals are among the most highly sought after vocations in the world. Major employers seeking accountants compete fiercely for new recruits every year. As a result, Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) professionals are constantly in demand. CIMA is the only professional body that qualifies accountants solely for business. CIMA members have an increasingly pivotal role to play in driving business success at the heart of the organisation – providing the basis for support for strategic decision. By the time Malaysia achieves its expected developed nation status by 2020, the country may have a shortage of 60,000 accountants. The accounting industry is already feeling the pinch as several countries are luring Malaysian accountants with salary offers of four times their earnings.
This survey not only looks at how much a qualified CIMA member earns in Malaysia, but also the types of benefits they receive and how far this matches their expectations.
The survey was sent to all 1,639 CIMA members in Malaysia for whom we have an email address. Of these, 213 useable responses were received, representing a response rate of 13.0%. The demographic profile of a typical respondent to this survey is a 42 year old ACMA financial professional with 13 years post qualified experience. The average monthly salary for a qualified CIMA professional in Malaysia is RM120,000 per annum, compared with the national average income for Malaysia as a whole, which stands at just RM21,000 per annum2 – representing almost a six-fold difference. CIMA members working in the media sector receive the highest salaries by far, equating to RM175,000 per annum. Nine out of ten of CIMA members working in Malaysia are expecting a bonus in 2007. The average bonus potential is RM25,000, with a privileged 2% expecting to receive bonuses in excess of RM100,000. On average, newly qualified members are expecting higher bonuses in 2007 than those with between one and ten years post-qualified experience. This reflects the strong levels of demand for newly qualified CIMA members in Malaysia. Newly qualified members are, on average, expecting to receive a bonus in the region of RM20,800 in 2007. This is almost the same as the average national income in Malaysia of RM21,000 per annum.
Bonuses top the list of benefits received with 87% entitled to a bonus. This is also considered to be the most important benefit, with none of the 213 respondents to the survey saying that this benefit was of no importance to them. Of the most desired benefits, the two that organisations are failing to meet most in terms of staff requirements are pensions and life assurance.
SMS Scam using Shell Name
Please be advised of the following scam.
Shell Malaysia wishes to warn members of the public of the following scam.
It has come to Shell's attention that Short Messaging System (SMS) text messages are being sent to people claiming that they have won prizes from Shell Malaysia. Typically the sms will tell the SMS recipient that they have won a cash prize from Shell.
Please do not reply but ignore the sms. Shell Malaysia does NOT use text messages to communicate to our contest winners.
All winner announcements for contests run by Shell are advertised in the media and available on the Shell Malaysia website www.shell.com.my. Winners will also receive a phone call informing them of their win by a Shell appointed agency. At which point, Shell's agency will need to verify the winner's name, NRIC and address for the prizes to be couriered to the winners. Shell does NOT require any bank account numbers, etc. If ever in doubt, please do check the website to ensure that you are indeed a Shell contest winner.
Thank you for your cooperation and understanding in this matter.
Pembuka Bicara
Assalamualaikum dan Salam Sejahtera,
Ini adalah post pertama saya untuk blog yang baru dibuat ini. Blog ini ni saya buat pun kerana ada assignment oleh lecturer business research. Saya harap dengan permulaan ini saya akan rajin untuk post sesuatu yang baru dan bernas untuk kita kongsi bersama. Kawan2 doa kan supaya saya rajin update blog saya ni.
Nanti saya tulis lagi .
Wassalam.
Subscribe to:
Posts (Atom)

